Selasa, 18 Oktober 2016


PERANCANAAN MANAJEMEN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
ASAS-ASAS MANAJEMEN  yang diasuh oleh : Drs Asmadi Sanjaw


 







Disusun oleh :
EQI FITRI MAREHAN
2018415
Ilmu Komunikasi

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN POLITIK PAHLAWAN 12
SUNGAILIAT BANGKA BELITUNG
Alamat : Jl. Diponegoro No.16 (Eks.Kantor DPRD Bangka) Sungailiat-Bangka 33215
PROVINSI BANGKA – BELITUNG PHONE (0717)92750
2016







 KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena pada rahmat –NYA lah saya dapat menyelesaikan makalah perancanaan manajemen
Akhirnya saya menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari  kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, saya menerima kritik dan saran agar penyusunan makalah selanjutnya menjadi lebih baik. Akhir kata, dengan ini saya mengucapkan banyak terima kasih dan semoga karya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca.






                                                                                                     Sungailiat,18 oktober  2016



                                                                                                           eqi fitri marehan
























                                                                           BAB I
                                                                   PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

            Setiap organisasi perlu melakukan suatu perencanaan dalam setiap kegiatan organisasinya, baik perencanaan produksi, perencanaan rekrutmen karyawan baru, program penjualan produk baru, maupun perencaan anggarannya. Perencanaan (planning) merupakan proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya.
Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai sebelum melakukan proses-proses perencanaan.
             Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan ekternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat (dugaan).
             Salah satu maksud dibuat perencanaan adalah melihat program-program yang akan dijalankan untuk meningkatkan kemungkinan tercapainya tujuan-tujuan organisasi di waktu yang akan datang. Perencanaan organisasi harus aktif, dinamis, berkesinambungan dan kreatif, sehingga manajemen tidak hanya bereaksi terhadap lingkungannya, tapi lebih menjadi peserta aktif dalam dunia usaha. Pokok pembahasan dalam paper ini berfokus pada perkenalan konsep perencanaan, alasan pentingnya perencanaan dalam mencapai tujuan dan bagaimana mengefektifkan perencanaan tersebut.
              Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan dengan lancar. Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
                Tujuan perencanaan yang pertama adalah untuk memberikan pengarahan untuk anggota organisasi. Dengan rencana,anggota dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa rencana,suatu organisasi mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efesien.
                Tujuan kedua adalah untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang anggota membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.
                Tujuan yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai kinerja suatu organisasi


1.2 RUMUSAN MASALAH
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :

1. Apa itu Perencanaan  dan Manajemen ?
2. Apa yang dimaksud efektivitas perencanaan ?
3. Apa yang menjadi batasan dalam Perencanaan dan Manajemen ?
4. Apa saja yang menjadi unsur dan elemen dari Perencanaan?
5.
Apa yang dimaksud klasifikasi perencanaan manajemen ?
6. Jelaskan Pembagian Perencanaan ?
7.Apa yang dimaksud filsafat manjemen ?
8. Jelaskan teori Manajemen menurut beberapa ahli ?

1.3 TUJUAN MAKALAH
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk :
Memenuhi tugas mata kuliah Dasar-Dasar Manajemen Komunikasi dan Mengetahui serta memahami tentang fungsi dan bentuk perencanaan dalam manajemen organisasi dan aplikasi yang berkaitan dengan manajemen organisasi.
1.4 MANFAAT MAKALAH
Manfaat penulisan makalah ini adalah :
1. Menambah referensi pustaka yang berhubungan dengan Perencanaan dalam Manajemen Organisasi.
2. Pengalaman yang berharga bagi penulis dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan tentang Perencanaan Manajemen Organisasi beserta aplikasinya
 





BAB II
PEMBAHASAN
2.1PERENCANAAN  DAN MANAJEMEN

A. Perencanaan
            Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan. Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal.
Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

B. Tujuan
             Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan empat tujuan perencanaan. Tujuan pertama adalah untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan nonmanajerial. Dengan rencana, karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa rencana, departemen dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efesien.
             Tujuan kedua adalah untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang manajer membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.
             Tujuan ketiga adalah untuk meminimalisir pemborosan. Dengan kerja yang terarah dan terencana, karyawan dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan inefesiensi dalam perusahaan. Tujuan yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan. Selain keempat hal tersebut, sebagian besar studi menunjukan adanya hubungan antara perencanaan dengan kinerja perusahaan.

C. Elemen perencanaan
             Perencanaan terdiri dari dua elemen penting, yaitu sasaran (goals) dan rencana itu sendiri (plan).

D. Sasaran
             Sasaran adalah hal yang ingin dicapai oleh individu, grup, atau seluruh organisasi. Sasaran sering pula disebut tujuan. Sasaran memandu manajemen membuat keputusan dan membuat kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan. Sasaran dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sasaran yang dinyatakan (stated goals) dan sasaran riil.
Stated goals adalah sasaran yang dinyatakan organisasi kepada masyarakat luas. Sasaran seperti ini dapat dilihat di piagam perusahaan, laporan tahunan, pengumuman humas, atau pernyataan publik yang dibuat oleh manajemen. Seringkali stated goals ini bertentangan dengan kenyataan yang ada dan dibuat hanya untuk memenuhi tuntutan stakeholder perusahaan.
Sedangkan sasaran riil adalah sasaran yang benar-benar dinginkan oleh perusahaan. Sasaran riil hanya dapat diketahui dari tindakan-tindakan organisasi beserta anggotanya.
             Ada dua pendekatan utama yang dapat digunakan organisasi untuk mencapai sasarannya. Pendekatan pertama disebut pendekatan tradisional. Pada pendekatan ini, manajer puncak memberikan sasaran-sasaran umum, yang kemudian diturunkan oleh bawahannya menjadi sub-tujuan (subgoals) yang lebih terperinci. Bawahannya itu kemudian menurunkannya lagi kepada anak buahnya, dan terus hingga mencapai tingkat paling bawah.
Pendekatan ini mengasumsikan bahwa manajer puncak adalah orang yang tahu segalanya karena mereka telah melihat gambaran besar perusahaan. Kesulitan utama terjadi pada proses penerjemahan sasaran atasan oleh bawahan. Seringkali, atasan memberikan sasaran yang cakupannya terlalu luas seperti "tingkatkan kinerja," "naikkan profit," atau "kembangkan perusahaan," sehingga bawahan kesulitan menerjemahkan sasaran ini dan akhirnya salah mengintepretasi maksud sasaran itu (lihat gambar).
            Pendekatan kedua disebut dengan management by objective atau MBO. Pada pendekatan ini, sasaran dan tujuan organisasi tidak ditentukan oleh manajer puncak saja, tetapi juga oleh karyawan. Manajer dan karyawan bersama-sama membuat sasaran-sasaran yang ingin mereka capai. Dengan begini, karyawan akan merasa dihargai sehingga produktivitas mereka akan meningkat. Namun ada beberapa kelemahan dalam pendekatan MBO. Pertama, negosiasi dan pembuatan keputusan dalam pendekatan MBO membutuhkan banyak waktu, sehingga kurang cocok bila diterapkan pada lingkungan bisnis yang sangat dinamis. Kedua, adanya kecenderungan karyawan untuk bekerja memenuhi sasarannya tanpa mempedulikan rekan sekerjanya, sehingga kerjasama tim berkurang. Ada juga yang bilang MBO hanyalan sekedar formalitas belaka, pada akhirnya yang menentukan sasaran hanyalah manajemen puncak sendiri.

E. Rencana
                Rencana dibagi berdasarkan cakupan, jangka waktu, kekhususan, dan frekuensi penggunaannya. Berdasarkan cakupannya, rencana dapat dibagi menjadi rencana strategis dan rencana operasional.
Rencana strategis adalah rencana umum yang berlaku di seluruh lapisan organisasi sedangkan rencana operasional adalah rencana yang mengatur kegiatan sehari-hari anggota organisasi. Berdasarkan jangka waktunya, rencana dapat dibagi menjadi rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek. Rencana jangka panjang umumnya didefinisikan sebagai rencana dengan jangka waktu tiga tahun, rencana jangka pendek adalah rencana yang memiliki jangka waktu satu tahun. Sementara rencana yang berada di antara keduanya dikatakan memiliki intermediate time frame. Menurut kekhususannya, rencana dibagi menjadi rencana direksional dan rencana spesifik. Rencana direksional adalah rencana yang hanya memberikan guidelines secara umum, tidak mendetail. Misalnya seorang manajer menyuruh
karyawannya untuk "meningkatkan profit 15%." Manajer tidak memberi tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai 15% itu. Rencana seperti ini sangat fleksibel, namun tingkat ambiguitasnya tinggi. Sedangkan rencana spesifik adalah rencana yang secara detail menentukan cara-cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Selain menyuruh karyawan untuk "meningkatkan profit 15%," ia juga memberikan perintah mendetail, misalnya dengan memperluas pasar, mengurangi biaya, dan lain-lain.
Terakhir, rencana dibagi berdasarkan frekuensi penggunannya, yaitu single use atau standing. Single-use plans adalah rencana yang didesain untuk dilaksanakan satu kali saja. Contohnya adalah "membangun 6 buah pabrik di China atau "mencapai penjualan 1.000.000 unit pada tahun 2006." Sedangkan standing plans adalah rencana yang berjalan selama perusahaan tersebut berdiri, yang termasuk di dalamnya adalah prosedur, peraturan, kebijakan, dan lain-lain.
 
Arti Manajemen
1.Pengertian Manajemen.
           Manajemen adalah Suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.
2.Proses Manajemen.
a.Perencanaan: Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
b.Pengorganisasian: Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh,sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif,dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efesien guna pencapaian tujuan organisasi.
c.Pengarahan: Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
d.Pengendalian: Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
3.Manajemen ada 4,yaitu :
a.Manajemen Sumber Daya Manusia: Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh SDM yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagiamana SDM yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.
b.Manajemen Operasional: Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen,dengan teknik produksi yang seefesien mungkin,dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produksi akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.
c.Manajemen Pemasaran: Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen,dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.
d.Manajemen Keuangan: Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit.Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh,dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.
2.2 efektivitas perencanaan
Efektifitas perencanaan

Perencanaan yang baik dan efektif akan berjalan baik dan baik atau tidaknya menurut George R Terry dapat diketahui melalui pertanyaan-pertanyaan dasar mengenai perencanaan, yaitu 5W+1H :

A.    What (apa),
      Membicarakan masalah tentang apa yang menjadi tujuan sebuah perencanaan dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan perencanaan tersebut.

B.     Why (mengapa),
      Membicarakan masalah mengapa tujuan tersebut harus dicapai dengan mengapa beragam kegiatan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut

C.Where (dimana),
     Membicarakan masalah dimana program dalam perencanaan tersebut dilaksanakan

D.When (kapan),
    Membicarakan masalah kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan dan diakhiri.

E.Who (siapa),
    Membicarakan masalah siapa yang akan melaksanakan program tersebut.

F.HOW (bagaimana).
    Membicarakan masalah bagaimana cara melaksanakan program yang direncanakan tersebut.

        Dengan melakukan kategori di atas, maka seorang manager akan mudah dalam melaksanakan program atau kegiatan yang direncanakannya. Hal ini dikarenakan, metode yang dilakukannya terpola secara baik dan berkesinambungan yang melibatkan berbagai macam objek penunjang pelaksanaan program atau kegiatan.

Dilain hal, sebeuh perencanaan yang baik dan efektif haruslah memiliki criteria-kriteria sebagai berikut :

1.      Logis dan Rasional. Artinya, apa yang dirumuskan dapat diterima oleh akal, dan oleh sebab itu maka perencanaan
         tersebut bisa dijalankan.

2.      Komprehensif. Perencanaan yang baik juga harus memenuhi syarat komprehensif.
         Artinya menyeluruh dan mengakomodasi aspek-aspek yang terkait langsung terhadap perusahaan. Perencanaan yang  
         baik tidak hanya terkait dengan bagian yang harus kita jalankan, tetai juga dengan mempertimbangkan koordinasi dan
         integrasi dengan bagian lain di perusahaan.

3.      Fleksibel. Artinya, perencanaan yang baik diharapkan dapat beradaptasi dengan perubahan dimasa yang akan datang,
         tapi bukan berarti perencanaan itu dapat diubah seenaknya.

  1. Komitmen. Perencanaan yang baik harus merupakan dan melahirkan komitmen
terhadap seluruh anggota organisasi untuk bersama-sama berupaya mewujudkan tujuan organisasi. Komitmen dapat dibangun dalam sebuah perusahaan jika seluruh anggota di perusahaan beranggapan bahwa perencanaan yang dirumuskan telah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi.
  1. Realistis, perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan realistis. Artinya, apa yang dirumuskan oleh perusahaan sesuai dengan fakta dan wajar untuk dicapai dalam kondisi tertentu yang dihadapi perusahaan.
2.3 batasan dalam Perencanaan Dalam  Manajemen
A.BatasanPerencanaan
            Menurut Newman perencanaan (planning) is deciding in advance what is to be done. Sedangkan menurut A.Allen planning is the determination of a course of action to achieve a desired result.
Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa ( what ) siapa ( Who ) kapan (When) dimana ( When ) mengapa ( why ) dan bagaimana ( How ) jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan,serta,program-program,yang,dilakukan.
  Seperti halnya menterjemahkan kata manajemen, mengenai batasan atau definisi Manajemen-pun, terdapat berbagai pendapat berbagai pendapat masing - masing ahli atau tokoh pemikir manajemen mengemukakan definisinya, Walaupun demikian pada perinsipnya terdapat persamaan yang Mendasar.
Untuk memberikan latar belakang pengetahuan mengenai batasan manajemen tersebut, sebagai bahan perbandingan  dibawah ini diberikan pendapat beberapa tokoh / ahli baik dari luar negeri.
Dalam Webster's Dictionary :Management is the act of managing, skill in directing administration (Manajemen adalah tindakan mengendalikan, kecakapan dalam menjuruskan administrasi)
John D. Millet Management is the process of directing and facilitating the work of people organizad informal group to achieve desized goal (Manajemen adalah proses pembimbingan, penyediaan fasilitas - fasilitas kerja terhadap orang - orang yang tergabung dalam suatu organisasi resmi untuk mecapai sesuatu tujuan)
Harold Koontz Cyril O'Donnel :Management is getting things done through the effort of other people (Manajemen adalah penyelesaian pekerjaan melalui kegiatan - kegiatan orang lain)
George R. Terry :Management is the accomplishing of a predetermined objective through the effort of other people (Manajemen adalah proses pencapaian tujuan yang telah di tetapkan  terlebih dahulu, dengan mempergunakan kegiatan orang lain.)



2.4 unsur dan elemen dari Perencanaan
Unsur-unsur Perencanaan
Perencanaan yang baik harus dapat menjawab enam pertanyaan yang disebut sebagai unsur-unsur perencanaan yaitu :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan
2. Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan
3. Dimana tindakan tersebut dilakukan
4. Kapan tindakan tersebut dilakukan
5. Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut
6. Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut.
2.5 klasifikasi perencanaan manajemen
Mengenai macam corak dan isi perencanaan, dalam literatur dikenal berbagai sudut tinjauan, yaitu:
a.       Dari segi jangka waktunya, The Liang Gie (1978) membedakan perencanaan atas:
1) Perencanaan jangka pendek (satu tahun),
2) Perencanaan jangka panjang  (lebih dari satu tahun).
Sutardi dan Damini (1988), juga Hasibuan (opcit), begitupun  Syamsi  (1994), dan Soekartawi  (1990) serta Kunarjo (1993) membedakan perencanaan  dilihat dari jangka waktunya yaitu:
1) perencanaan jangka pendek (short–range planning). Jangka waktunya  sampai 1 atau 2 tahun, dilakukan oleh manajer bawah, bersifat  operasional.
2) perencanaan jangka menengah (intermediate planning).Jangka waktunya  2 - > 10 tahun, dilakukan oleh manajer menengah, bersifat taktis
3)   Perencanaan jangka panjang (long-range planning). Jangka waktunya  ≥ 10 tahun, dilakukan oleh manajer puncak, bersifat str`tegis. 
b.      Dari segi ruang lingkupnya, The Liang Gie  (opcit) membedakan:
1)      perencanaan nasional (umumnya untuk mengejar keterbelakangan suatu bafgsa dalam berbagai bidang)
2)      perencanaan daebah (untuk menggali potensi sesuatu wilayah dan mengembangkan kehidupan masyarakat wilayah itu)
3)      perencanaan kota  (untuk mengatur pertumbuhan kota, menertibkan penggunaan tempat dan memperindah cobak kota).
Westra dkk& (1980) membagi corak dan isi perencanaan dari sudut ruang lingkupnya, yaitu:
1)      Perencanaan nasional
2)      Perencanaan regional (daerah)
3)      Perencanaan lokal  yang terdiri dari:
a)      perencanaan kota
b)      perencanaan desa (untuk menggali potensi sesuatu desa serta iengembangkan masyarakat desa tersebut.
Sutardi dan Damini (opcit) mengklasifikasikan perenc`naan dari segi ruang lingkupnya, yaitu:
1)      perencanaan internasional (international planning);
2)      perencanaan nasional (national planning);
3)      perencanaan daerah (regional planning);
4)      perencanaan umum (general planning); meliputi:
a)      perencanaan tenaga kerja, b) perencanaan biaya, c) perencanaan peralatan, dan d) perencanaan mesin-mesin;
 5)  perencanaan khusus (special planning)
c.       Selanjutnya, Sutardi dan Damini (ibid) mengklasifikasi perencanaan dari segi orang yang membuatnya yaitu:
1)      perencanaan perseorangan (individual planning)
2)      perencanaan staf (staf planning)
3)      perencanaan panitia (committee planning)
4)      perencanaan pengawas (supervisor planning).
d.      Selain dari itu, Perencanaan dapat dibedakan menurut materi atau bidang kerja yang dicakupnya, seperti: industrialisasi, pendidikan, kesehatan atau pertahanan Negara. Masya dkk. (1978) dengan klasifikasi, yaitu:
1)      perencanaan kepegawaian (personnel planning)
2)      perencanaan keuangan (financial planning)
3)      perencanaan industri (industrils planning)
4)      perencanaan pendidikan (educational planning)
Dalam bidang ini masih banyak yang tidak disebutkan, sepertinya: perencanaan perkantoran (office planning), perencanaan peralatan (materials planning) perencanaan pemasaran (marketing planning). Dst.
e.       Di samping itu, Westra dkk. (opcit) menambahkan  macam corak dan isi perencanaan dari segi tata jenjang organisasi dan tingkat kedudukan manajer yang dapat dibedakan:
1)      perencanaan haluan (policy planning)
2)      perencanaan program (program planning)
3)      perencanaan langkah (operational planning)
Pembagian ini sama dengan pendapat J.M. Pfiffner dengan sebutan menurut “tingkatan proses”  perencanaan.
f.       Juga Abdulrachman (1973) mengemukakan bahwa macam-macam rencana dapat ditinjau dari sudut umum/khusus, yaitu:
1)      rencana umum (general plan)
2)      rencana khusus (special plan)
3)      rencana semesta (overall plan)
4)      rencana kejalaan (network plan)
g.      Kunarjo (opcit) membagi dua kategori perencanaan dilihat dari arus informasi, yaitu:
1)      perencanaan dari atas ke bawah (top down planning),
2)      perencanaan dari bawah ke atas (botton up planning)
Kemudian dapat ditambahkan dengan perencanaan dari arus horizontal (horizontal planning)
Saragih (opcit) dan Lubis (1985) membagi perencanaan dalam dua bagian, yaitu: 1) perencanaan physic (physical planning) 2) Perencanaan pembiayaan (cost planning). Sedangkan Hanna dalam Salusu (1996) membagi tiga jenis perencanaan, yaitu: 1) perencanaan jangka panjang (long range planning, 2) perencanaan stratejik (gis), dan 3) perencanaan jangka pendek
 2.6  Pembagian Perencanaan
            Dalam setiap organisasi, perencanaan disusun dalam suatu hierarki yang sejalan dengan struktur organisasi. Pada umumnya hierarki perencanaan memiliki dua fungsi, yaitu:
  1. Menetapkan tujuan yang akan dicapai pada hierarki yang lebih rendah,
  2. Sebagai alat untuk mencapai perangkat tujuan pada hierarki yang lebih tinggi berikutnya.
Stoner dan Wankel (1986:189) mengklarifikasikan rencana menjadi dua jenis utama yaitu:
  1. Rencana strategis (strategic plan)
  2. encanaan strategis adalah proses pemilihan tujuan organisasi, penentuan kebijakan dan program yang perlu untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu, serta penetapan metode yang perlu untuk menjamin agar kebijakan dan program strategis itu dilaksanakan. Lebih singkatnya, perencanaan strategis adalah proses perencanaan jangka panjang yang formal untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi.

Akan tetapi meskiun dianggap penting,perencanaan strategis memiliki kelebihan dan kekurangan.


  1. Kelebihan menggunakan rencana strategis yaitu:
  1. Manajer dapat menentukan tujuan sacara jelas dan metode pencapaiannya kepada organisasi.
  2. Membantu manajer mengantisipasi permasalahan sebelum muncul dan memecahkannya sebelum menjadi lebih buruk.
  3. Membantu manajer mengenal peluang yang mengandung resiko dan peluang yang aman dan memilih di antara peluang yang ada.
  4. Mengurangi kemungkinan deviasi dan kejutan yang tidak menyenangkan, karena sasaran, tujuan dan strategi untuk penelitian yang saksama
  5. Manajer dapat memperbesar kemungkinan untuk membuat keputusan yang tahan menghadapi ujian waktu.
  1. Kelemahan menggunakan rencana strategis yaitu:
  1. Bahaya terciptanya birokrasi besar pada perencanaan yang dapat menghilangkan hubungan dengan produk dan perencanaan.
  2. Kadang-kadang perencanaan strategis cenderung membatasi organisasi pada pilihan yang paling rasional dan bebas resiko.
  1. Rencana operasional (operational plan)
Rencana operasional memberikan deskripsi tentang bagaimana rencana strategis dilaksanakan. Rencana operasional terdiri atas rencana sekali pakai dan rencana tetap.
  1. Rencana operasional (single use plan)
Rencana sekali pakai dikembangkan untuk mencapai tujun tertentu dan ditinggalkan manakala tujuan tersebut telah dicapai.Bentuk utama rencana sekali pakaiantara lain:
  1. Program (programs)
Program mencakup serangkaian aktivitas yang relatif luas.Suatu program menjelaskan:
  • Langkah-langkah utama yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan;
  • Unit atau anggota yang bertanggung jawab untuk setiap langkah;
  • Urutan serta pengaturan waktu setiap langkah.
  1. Proyek (project)
Proyek adalah bagian program yang lebih kecil dan mandiri.Selain pryek memiliki cakupan terbatas dan petunjuk yang jelas mengenai tugas dan waktu.
  1. Anggaran(budget)
Anggaran adalah pernyataan tentang sumber daya keuangan (finansial resaurce) yang disediakan untuk kegiatan tertentu dalam waktu tertentu pula.Anggaran merupakan komponen penting dari setiap program dan proyek.
  1. Rencana tetap (standing plan)
Rencana tetap merupakan pendekatan yang sudah dilakukan untuk menangani situasi yang terjadi berulang (repetitive) dan dapat diperkirakan. Bentuk utama rencana tetap,antara lain:
  1. Kebijakan (policy)
Kebijakan adalah suatu pedoman umum dalam pengambilan keputusan, yang berhak membuat kebijakan dalam suatu organisasi adalah menejer puncak (top manager).
  1. Proses standar (stansard procedur)
Inplementasi kebijakan dilakukan melalui garis pedoman lebih detail yang disebut prosedur standar atau metode standar.
  1. Peraturan (rules)
Peraturan adalah pernyataan bahwa suatu tindakan harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan dalam situasi tertentu.
2.7 filsafat manjemen
Secara etimologi filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas philein dan spohia. Philein artinya  cinta dan spohia berarti kebijakan. Filsafat berarti cinta kebijakan. Filsafat juga berarti hasrat, kemauan, atau keinginan yang sungguh- sungguh akan kebenaran sejati.
            Jadi  , pengertian filsafat secara umum sebagai ilmu pengetahuan yang mengkaji hakikat segala sesuatu untuk meperoleh kebenaran. Ilmu pengetahuan tentang hakikat menanyakan apa hakikat/sari/inti/esensial segala sesuatu.
            Moekijat mengemukakan bahwa filsafat adalah suatu sistem pemikiran yang menjelaskan gejala tertentu dan memeberikan serangkaian prinsip untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu (Moekijat 1980 : 318). Singkatnya suatu filsafat adalah suatu cara hidup. Filsafat memiliki:
1.      Tujuan tertentu,
2.      Beberapa nilai yang berhubungan dengan pencapaian tujuan, dan
3.      Keyakinan pada pihak para penganut bahwa nilai dan tujuan akhir bernilai untuk dikejar.
Filsafat adalah petunjuk utama yag menggarisbawahi semua tindakan dari seorang manajer.
Filsafat manajemen adalah bagian terpenting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar  yang luas untuk menetapkan pemecaha masalah manajerial.  Filsafat manajemen memberikan dasar bagi pekerjaan seorang manajer. Filsafat manajemen juga memberikan desain sehingga seorang manajer dapat mulai berpikir .  Filsafat manajemen memberikan pemikiran dan tindakan yang menguntungkan dalam manajemen dan membantu kepada sifatnya yang dinamis dan memberikan  tantangan.
            Dalam filsafat majemen, terkandung dasar pandangan hidup yang mencerminkan keberadaan, identitas, dan implikasinya guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas dalam pekerjaan manajemen. Untuk merealisasikan tujuan, diperlukan beberapa faktor penunjang sehingga merupakan kombinasi terpadu, baik menyangkut individu maupun kepentingan umum.
Menurut Davis dan Filley dalam Ukas ( 1978) terdapat faktor- faktor dasar dalam filsafat manajemen yang diperlukan dan memiliki hubungan saling ketergantungan   satu sama lain dalam mencapai tujuan. Faktor – faktor  dasar tertentu meliputi hal- hal berikut .




1.      Kepentingan umum
Hal ini dimaksudkan bahwa dalam penyelenggaraan suatu organisasi harus terlihat adanya cermina deskripsi berbagai kepentingan, baik kepentingan pemilik, manajer, para bawahan, maupun kepentingan masyarakat lingkungannya.

2.      Tujuan usaha
Tujuan usaha adalah perwujudan aktivitas yang spesifik dari organisasi, baik organisasi yang bertujuan  mencari laba maupun organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. Tujuan usaha pada umumnya dapat dikategorikan dalam tiga bentuk, yaitu tujuan utama, tujuan kedua, tujuan tambahan.

3.      Pimpinan pelaksana
Pimpinan pelaksana adalah individu yang memberikan kepercayaan untuk memimpin suatu usaha dengan menggunakan otoritas yang telah diberikan kepadanya.
4.      Kebijakan
Kebijakan adalah pernyataan atau ketentuan umum yang menuntun atau menyalurkan pemikiran menjadi pengambilan keputusan oleh bawahan, serta memberikan  arah kemana organiasi tersebut akan dikemudikan.

5.      Fungsi
Fungsi adalah aktifitas yang berhubungan denga tujuan yang akan dicapai. Setiap organisasi sebagaimana halnya individu pasti memiliki tujuan yang akan dicapai.

6.      Faktor dasar
Faktor dasar memiliki faktor-faktor produksi asli atau turunan, baik berupa alam, tenaga, modal, serta pendukungnya yang merupakan elemen yang harus ada dalam penyelenggaraan organisasi.
7.      Struktur organisasi
Struktur organisasi  adalah saluran yang menunjukan hubungan kerja antara manajer dan bawahan dalam melaksanakan pekerjaan yang disertai dengan otoritas dan tanggung jawab serta kesanggupan untuk tanggung gugat/ mempertanggung-jawabkan (accountability).

8.      Prosedur
Prosedur adalah tahapan tindakan yang harus ditempuh untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. 

9.      Moral kerja
Moral kerja adalah kondisi mental dari individu atau kelompok yang menentukan sikap bawahan dalam menerima pekerjaan dan pengoperasikannya dengan sebaik-baiknya sesui dengan tujuan akhir .


2.8 teori Manajemen menurut beberapa ahli
1. Menurut Drs. Oey Liang Lee mengartikan manajemen adalah ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari manusia untuk menentukan capaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.
2. Pengertian manajemen menurut James A.F. Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan terhadap sumberdaya organisasi lainnya supaya tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang ditetapkan.
3. Pengertian manajemen menurut R. Terry adalah suatu proses khas terdiri tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengontrolan yang dilakukan dalam menentukan serta mencapai target yang sudah ditetapkan lewat pemanfaatan sumberdaya manusia dan lainnya.
4. Pengertian manajemen menurut Lawrence A. Appley adalah suatu seni untuk mencapai tujuan tertentu lewat usaha yang dilakukan oleh orang lain
5. Pengertian manajemen menurut Horold Koont dan Cyril O’Donnel adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan lewat kegiatan orang lain.
6. Pengertian manajemen menurut stoner adalah suatu proses dalam membuat perencanaan, ppengorganisasian, mengendalikan dan memimpin segala macam usaha daripada anggota organisasi dan menggunakan segala sumber daya organisasi dalam mencapai sasaran.
7. Pengertian manajemen menurut Wilson Bangun adalah suatu rangkaian aktivitas yang dikerjakan oleh para anggota organisasi agar tujuan dapat tercapai dengan rangkaian yang teratur dan tersusun baik.










BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN


                 Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis, bukan hanya pada intuisi dugaan.       Perencanaan merupakan sebuah proses dengan apa para manajer memvisualisasi dan mendeterminasi langkah-langkah masa mendatang yang menuju ke arah realisasi sasaran-sasaran yang diinginkan. Semua kegiatan manajerial didasarkan dengan rencana yang sudah ditetapkan. Rencana menentukan ke mana organisasi dan kegiatan-kegiatannya akan diarahkan. Ini berarti bahwa maksud dari tiap rencana dan semua rencana-rencana turunan adalah membantu pencapaian tujuan organisasi.
Pentingnya perencanaan dalam organisasi dapat dilihat dari keuntungan perencanaan, yaitu meningkatkan fokus dan fleksibilitas, meningkatkan koordinasi, meningkatkan kontrol, serta memperbaiki manajemen waktu. Sedangkan perencanaan sebagai suatu proses dapat dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu, formulasi tujuan, diagnosis lingkungan, rencana strategi, rencana operasional, dan implementasi rencana.
                   Perencanaan yang baik dapat dilakukan apabila dapat diminimasi hambatan-hambatan dalam perencanaan. Hambatan utama untuk perencanaan efektif yang berasal dari hambatan individual ialah memprioritaskan tentang masalah-masalah hari ke hari, kekurangan keterampilan perencanaan, reluktansi menentukan rencana dan tujuan, resistansi personal untuk perubahan.
Suatu perencanaan juga terdapat berbagai hambatan dalam penetapan tujuan. Hambatan tersebut antara lain tujuan yang tidak tepat, sistem penghargaan yang tidak tepat, penolakan terhadap perubahan dan keterbatasan.

3.2 SARAN
Sebaiknya dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam berbagai bentuk organisasi menggunakan proses dasar manajemen berupa perencanaan. Dalam sebuah prencanaan perlu memperhatikan sifat rencana yang baik untuk mencapai hasil yang diinginkan.







DAFTAR PUSTAKA

 siswanto Bedjo Msi 2006 jakarta :PT Bumi Aksara
R. Molz. “How Leaders Use Goals.” Long Range Planning. Oktober 1987. p. 81.

F. Delmar dan S. Shane, “Does Business Planning Facilitate the Development of New Ventures” Strategic Management Journal, December 2003, pp. 1165—1185.
Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. BPFE – Yogyakarta
Stoner, James A.F. 1996. Manajemen (Terjemahan). Penerbit Erlangga – Jakarta
Griffin. 2003. Pengantar Manajemen. Penerbit Erlangga - Jakarta
Hardjosoedarmo, Soewarso, Total Quality Manajemen Edisi Revisi, Yogyakarta: Andi Yogyakarta, 1996

Sallis, Edward, Total Quality Manajement In Education, Jogjakarta: IRCiSoD, 2010

Solihin, Ismail, Pengantar Manajemen, Jakarta: Penerbit Erlangga, 2010
PERANCANAAN MANAJEMEN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
ASAS-ASAS MANAJEMEN  yang diasuh oleh : Drs Asmadi Sanjaw
Disusun oleh :
EQI FITRI MAREHAN
2018415
Ilmu Komunikasi

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN POLITIK PAHLAWAN 12
SUNGAILIAT BANGKA BELITUNG
Alamat : Jl. Diponegoro No.16 (Eks.Kantor DPRD Bangka) Sungailiat-Bangka 33215
PROVINSI BANGKA – BELITUNG PHONE (0717)92750
2016





 KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena pada rahmat –NYA lah saya dapat menyelesaikan makalah perancanaan manajemen
Akhirnya saya menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari  kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, saya menerima kritik dan saran agar penyusunan makalah selanjutnya menjadi lebih baik. Akhir kata, dengan ini saya mengucapkan banyak terima kasih dan semoga karya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca.






                                                                                                     Sungailiat,18 oktober  2016



                                                                                                           eqi fitri marehan













                                                                           BAB I
                                                                   PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

            Setiap organisasi perlu melakukan suatu perencanaan dalam setiap kegiatan organisasinya, baik perencanaan produksi, perencanaan rekrutmen karyawan baru, program penjualan produk baru, maupun perencaan anggarannya. Perencanaan (planning) merupakan proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya.
Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai sebelum melakukan proses-proses perencanaan.
             Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan ekternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat (dugaan).
             Salah satu maksud dibuat perencanaan adalah melihat program-program yang akan dijalankan untuk meningkatkan kemungkinan tercapainya tujuan-tujuan organisasi di waktu yang akan datang. Perencanaan organisasi harus aktif, dinamis, berkesinambungan dan kreatif, sehingga manajemen tidak hanya bereaksi terhadap lingkungannya, tapi lebih menjadi peserta aktif dalam dunia usaha. Pokok pembahasan dalam paper ini berfokus pada perkenalan konsep perencanaan, alasan pentingnya perencanaan dalam mencapai tujuan dan bagaimana mengefektifkan perencanaan tersebut.
              Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan dengan lancar. Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
                Tujuan perencanaan yang pertama adalah untuk memberikan pengarahan untuk anggota organisasi. Dengan rencana,anggota dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa rencana,suatu organisasi mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efesien.
                Tujuan kedua adalah untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang anggota membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.
                Tujuan yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai kinerja suatu organisasi


1.2 RUMUSAN MASALAH
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :

1. Apa itu Perencanaan  dan Manajemen ?
2. Apa yang dimaksud efektivitas perencanaan ?
3. Apa yang menjadi batasan dalam Perencanaan dan Manajemen ?
4. Apa saja yang menjadi unsur dan elemen dari Perencanaan?
5.
Apa yang dimaksud klasifikasi perencanaan manajemen ?
6. Jelaskan Pembagian Perencanaan ?
7.Apa yang dimaksud filsafat manjemen ?
8. Jelaskan teori Manajemen menurut beberapa ahli ?

1.3 TUJUAN MAKALAH
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk :
Memenuhi tugas mata kuliah Dasar-Dasar Manajemen Komunikasi dan Mengetahui serta memahami tentang fungsi dan bentuk perencanaan dalam manajemen organisasi dan aplikasi yang berkaitan dengan manajemen organisasi.
1.4 MANFAAT MAKALAH
Manfaat penulisan makalah ini adalah :
1. Menambah referensi pustaka yang berhubungan dengan Perencanaan dalam Manajemen Organisasi.
2. Pengalaman yang berharga bagi penulis dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan tentang Perencanaan Manajemen Organisasi beserta aplikasinya
 





BAB II
PEMBAHASAN
2.1PERENCANAAN  DAN MANAJEMEN

A. Perencanaan
            Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan. Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal.
Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

B. Tujuan
             Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan empat tujuan perencanaan. Tujuan pertama adalah untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan nonmanajerial. Dengan rencana, karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa rencana, departemen dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efesien.
             Tujuan kedua adalah untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang manajer membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.
             Tujuan ketiga adalah untuk meminimalisir pemborosan. Dengan kerja yang terarah dan terencana, karyawan dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan inefesiensi dalam perusahaan. Tujuan yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan. Selain keempat hal tersebut, sebagian besar studi menunjukan adanya hubungan antara perencanaan dengan kinerja perusahaan.

C. Elemen perencanaan
             Perencanaan terdiri dari dua elemen penting, yaitu sasaran (goals) dan rencana itu sendiri (plan).

D. Sasaran
             Sasaran adalah hal yang ingin dicapai oleh individu, grup, atau seluruh organisasi. Sasaran sering pula disebut tujuan. Sasaran memandu manajemen membuat keputusan dan membuat kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan. Sasaran dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sasaran yang dinyatakan (stated goals) dan sasaran riil.
Stated goals adalah sasaran yang dinyatakan organisasi kepada masyarakat luas. Sasaran seperti ini dapat dilihat di piagam perusahaan, laporan tahunan, pengumuman humas, atau pernyataan publik yang dibuat oleh manajemen. Seringkali stated goals ini bertentangan dengan kenyataan yang ada dan dibuat hanya untuk memenuhi tuntutan stakeholder perusahaan.
Sedangkan sasaran riil adalah sasaran yang benar-benar dinginkan oleh perusahaan. Sasaran riil hanya dapat diketahui dari tindakan-tindakan organisasi beserta anggotanya.
             Ada dua pendekatan utama yang dapat digunakan organisasi untuk mencapai sasarannya. Pendekatan pertama disebut pendekatan tradisional. Pada pendekatan ini, manajer puncak memberikan sasaran-sasaran umum, yang kemudian diturunkan oleh bawahannya menjadi sub-tujuan (subgoals) yang lebih terperinci. Bawahannya itu kemudian menurunkannya lagi kepada anak buahnya, dan terus hingga mencapai tingkat paling bawah.
Pendekatan ini mengasumsikan bahwa manajer puncak adalah orang yang tahu segalanya karena mereka telah melihat gambaran besar perusahaan. Kesulitan utama terjadi pada proses penerjemahan sasaran atasan oleh bawahan. Seringkali, atasan memberikan sasaran yang cakupannya terlalu luas seperti "tingkatkan kinerja," "naikkan profit," atau "kembangkan perusahaan," sehingga bawahan kesulitan menerjemahkan sasaran ini dan akhirnya salah mengintepretasi maksud sasaran itu (lihat gambar).
            Pendekatan kedua disebut dengan management by objective atau MBO. Pada pendekatan ini, sasaran dan tujuan organisasi tidak ditentukan oleh manajer puncak saja, tetapi juga oleh karyawan. Manajer dan karyawan bersama-sama membuat sasaran-sasaran yang ingin mereka capai. Dengan begini, karyawan akan merasa dihargai sehingga produktivitas mereka akan meningkat. Namun ada beberapa kelemahan dalam pendekatan MBO. Pertama, negosiasi dan pembuatan keputusan dalam pendekatan MBO membutuhkan banyak waktu, sehingga kurang cocok bila diterapkan pada lingkungan bisnis yang sangat dinamis. Kedua, adanya kecenderungan karyawan untuk bekerja memenuhi sasarannya tanpa mempedulikan rekan sekerjanya, sehingga kerjasama tim berkurang. Ada juga yang bilang MBO hanyalan sekedar formalitas belaka, pada akhirnya yang menentukan sasaran hanyalah manajemen puncak sendiri.

E. Rencana
                Rencana dibagi berdasarkan cakupan, jangka waktu, kekhususan, dan frekuensi penggunaannya. Berdasarkan cakupannya, rencana dapat dibagi menjadi rencana strategis dan rencana operasional.
Rencana strategis adalah rencana umum yang berlaku di seluruh lapisan organisasi sedangkan rencana operasional adalah rencana yang mengatur kegiatan sehari-hari anggota organisasi. Berdasarkan jangka waktunya, rencana dapat dibagi menjadi rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek. Rencana jangka panjang umumnya didefinisikan sebagai rencana dengan jangka waktu tiga tahun, rencana jangka pendek adalah rencana yang memiliki jangka waktu satu tahun. Sementara rencana yang berada di antara keduanya dikatakan memiliki intermediate time frame. Menurut kekhususannya, rencana dibagi menjadi rencana direksional dan rencana spesifik. Rencana direksional adalah rencana yang hanya memberikan guidelines secara umum, tidak mendetail. Misalnya seorang manajer menyuruh
karyawannya untuk "meningkatkan profit 15%." Manajer tidak memberi tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai 15% itu. Rencana seperti ini sangat fleksibel, namun tingkat ambiguitasnya tinggi. Sedangkan rencana spesifik adalah rencana yang secara detail menentukan cara-cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Selain menyuruh karyawan untuk "meningkatkan profit 15%," ia juga memberikan perintah mendetail, misalnya dengan memperluas pasar, mengurangi biaya, dan lain-lain.
Terakhir, rencana dibagi berdasarkan frekuensi penggunannya, yaitu single use atau standing. Single-use plans adalah rencana yang didesain untuk dilaksanakan satu kali saja. Contohnya adalah "membangun 6 buah pabrik di China atau "mencapai penjualan 1.000.000 unit pada tahun 2006." Sedangkan standing plans adalah rencana yang berjalan selama perusahaan tersebut berdiri, yang termasuk di dalamnya adalah prosedur, peraturan, kebijakan, dan lain-lain.
 
Arti Manajemen
1.Pengertian Manajemen.
           Manajemen adalah Suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.
2.Proses Manajemen.
a.Perencanaan: Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
b.Pengorganisasian: Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh,sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif,dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efesien guna pencapaian tujuan organisasi.
c.Pengarahan: Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
d.Pengendalian: Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
3.Manajemen ada 4,yaitu :
a.Manajemen Sumber Daya Manusia: Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh SDM yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagiamana SDM yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.
b.Manajemen Operasional: Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen,dengan teknik produksi yang seefesien mungkin,dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produksi akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.
c.Manajemen Pemasaran: Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen,dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.
d.Manajemen Keuangan: Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit.Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh,dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.
2.2 efektivitas perencanaan
Efektifitas perencanaan

Perencanaan yang baik dan efektif akan berjalan baik dan baik atau tidaknya menurut George R Terry dapat diketahui melalui pertanyaan-pertanyaan dasar mengenai perencanaan, yaitu 5W+1H :

A.    What (apa),
      Membicarakan masalah tentang apa yang menjadi tujuan sebuah perencanaan dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan perencanaan tersebut.

B.     Why (mengapa),
      Membicarakan masalah mengapa tujuan tersebut harus dicapai dengan mengapa beragam kegiatan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut

C.Where (dimana),
     Membicarakan masalah dimana program dalam perencanaan tersebut dilaksanakan

D.When (kapan),
    Membicarakan masalah kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan dan diakhiri.

E.Who (siapa),
    Membicarakan masalah siapa yang akan melaksanakan program tersebut.

F.HOW (bagaimana).
    Membicarakan masalah bagaimana cara melaksanakan program yang direncanakan tersebut.

        Dengan melakukan kategori di atas, maka seorang manager akan mudah dalam melaksanakan program atau kegiatan yang direncanakannya. Hal ini dikarenakan, metode yang dilakukannya terpola secara baik dan berkesinambungan yang melibatkan berbagai macam objek penunjang pelaksanaan program atau kegiatan.

Dilain hal, sebeuh perencanaan yang baik dan efektif haruslah memiliki criteria-kriteria sebagai berikut :

1.      Logis dan Rasional. Artinya, apa yang dirumuskan dapat diterima oleh akal, dan oleh sebab itu maka perencanaan
         tersebut bisa dijalankan.

2.      Komprehensif. Perencanaan yang baik juga harus memenuhi syarat komprehensif.
         Artinya menyeluruh dan mengakomodasi aspek-aspek yang terkait langsung terhadap perusahaan. Perencanaan yang  
         baik tidak hanya terkait dengan bagian yang harus kita jalankan, tetai juga dengan mempertimbangkan koordinasi dan
         integrasi dengan bagian lain di perusahaan.

3.      Fleksibel. Artinya, perencanaan yang baik diharapkan dapat beradaptasi dengan perubahan dimasa yang akan datang,
         tapi bukan berarti perencanaan itu dapat diubah seenaknya.

  1. Komitmen. Perencanaan yang baik harus merupakan dan melahirkan komitmen
terhadap seluruh anggota organisasi untuk bersama-sama berupaya mewujudkan tujuan organisasi. Komitmen dapat dibangun dalam sebuah perusahaan jika seluruh anggota di perusahaan beranggapan bahwa perencanaan yang dirumuskan telah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi.
  1. Realistis, perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan realistis. Artinya, apa yang dirumuskan oleh perusahaan sesuai dengan fakta dan wajar untuk dicapai dalam kondisi tertentu yang dihadapi perusahaan.
2.3 batasan dalam Perencanaan Dalam  Manajemen
A.BatasanPerencanaan
            Menurut Newman perencanaan (planning) is deciding in advance what is to be done. Sedangkan menurut A.Allen planning is the determination of a course of action to achieve a desired result.
Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa ( what ) siapa ( Who ) kapan (When) dimana ( When ) mengapa ( why ) dan bagaimana ( How ) jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan,serta,program-program,yang,dilakukan.
  Seperti halnya menterjemahkan kata manajemen, mengenai batasan atau definisi Manajemen-pun, terdapat berbagai pendapat berbagai pendapat masing - masing ahli atau tokoh pemikir manajemen mengemukakan definisinya, Walaupun demikian pada perinsipnya terdapat persamaan yang Mendasar.
Untuk memberikan latar belakang pengetahuan mengenai batasan manajemen tersebut, sebagai bahan perbandingan  dibawah ini diberikan pendapat beberapa tokoh / ahli baik dari luar negeri.
Dalam Webster's Dictionary :Management is the act of managing, skill in directing administration (Manajemen adalah tindakan mengendalikan, kecakapan dalam menjuruskan administrasi)
John D. Millet Management is the process of directing and facilitating the work of people organizad informal group to achieve desized goal (Manajemen adalah proses pembimbingan, penyediaan fasilitas - fasilitas kerja terhadap orang - orang yang tergabung dalam suatu organisasi resmi untuk mecapai sesuatu tujuan)
Harold Koontz Cyril O'Donnel :Management is getting things done through the effort of other people (Manajemen adalah penyelesaian pekerjaan melalui kegiatan - kegiatan orang lain)
George R. Terry :Management is the accomplishing of a predetermined objective through the effort of other people (Manajemen adalah proses pencapaian tujuan yang telah di tetapkan  terlebih dahulu, dengan mempergunakan kegiatan orang lain.)



2.4 unsur dan elemen dari Perencanaan
Unsur-unsur Perencanaan
Perencanaan yang baik harus dapat menjawab enam pertanyaan yang disebut sebagai unsur-unsur perencanaan yaitu :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan
2. Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan
3. Dimana tindakan tersebut dilakukan
4. Kapan tindakan tersebut dilakukan
5. Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut
6. Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut.
2.5 klasifikasi perencanaan manajemen
Mengenai macam corak dan isi perencanaan, dalam literatur dikenal berbagai sudut tinjauan, yaitu:
a.       Dari segi jangka waktunya, The Liang Gie (1978) membedakan perencanaan atas:
1) Perencanaan jangka pendek (satu tahun),
2) Perencanaan jangka panjang  (lebih dari satu tahun).
Sutardi dan Damini (1988), juga Hasibuan (opcit), begitupun  Syamsi  (1994), dan Soekartawi  (1990) serta Kunarjo (1993) membedakan perencanaan  dilihat dari jangka waktunya yaitu:
1) perencanaan jangka pendek (short–range planning). Jangka waktunya  sampai 1 atau 2 tahun, dilakukan oleh manajer bawah, bersifat  operasional.
2) perencanaan jangka menengah (intermediate planning).Jangka waktunya  2 - > 10 tahun, dilakukan oleh manajer menengah, bersifat taktis
3)   Perencanaan jangka panjang (long-range planning). Jangka waktunya  ≥ 10 tahun, dilakukan oleh manajer puncak, bersifat str`tegis. 
b.      Dari segi ruang lingkupnya, The Liang Gie  (opcit) membedakan:
1)      perencanaan nasional (umumnya untuk mengejar keterbelakangan suatu bafgsa dalam berbagai bidang)
2)      perencanaan daebah (untuk menggali potensi sesuatu wilayah dan mengembangkan kehidupan masyarakat wilayah itu)
3)      perencanaan kota  (untuk mengatur pertumbuhan kota, menertibkan penggunaan tempat dan memperindah cobak kota).
Westra dkk& (1980) membagi corak dan isi perencanaan dari sudut ruang lingkupnya, yaitu:
1)      Perencanaan nasional
2)      Perencanaan regional (daerah)
3)      Perencanaan lokal  yang terdiri dari:
a)      perencanaan kota
b)      perencanaan desa (untuk menggali potensi sesuatu desa serta iengembangkan masyarakat desa tersebut.
Sutardi dan Damini (opcit) mengklasifikasikan perenc`naan dari segi ruang lingkupnya, yaitu:
1)      perencanaan internasional (international planning);
2)      perencanaan nasional (national planning);
3)      perencanaan daerah (regional planning);
4)      perencanaan umum (general planning); meliputi:
a)      perencanaan tenaga kerja, b) perencanaan biaya, c) perencanaan peralatan, dan d) perencanaan mesin-mesin;
 5)  perencanaan khusus (special planning)
c.       Selanjutnya, Sutardi dan Damini (ibid) mengklasifikasi perencanaan dari segi orang yang membuatnya yaitu:
1)      perencanaan perseorangan (individual planning)
2)      perencanaan staf (staf planning)
3)      perencanaan panitia (committee planning)
4)      perencanaan pengawas (supervisor planning).
d.      Selain dari itu, Perencanaan dapat dibedakan menurut materi atau bidang kerja yang dicakupnya, seperti: industrialisasi, pendidikan, kesehatan atau pertahanan Negara. Masya dkk. (1978) dengan klasifikasi, yaitu:
1)      perencanaan kepegawaian (personnel planning)
2)      perencanaan keuangan (financial planning)
3)      perencanaan industri (industrils planning)
4)      perencanaan pendidikan (educational planning)
Dalam bidang ini masih banyak yang tidak disebutkan, sepertinya: perencanaan perkantoran (office planning), perencanaan peralatan (materials planning) perencanaan pemasaran (marketing planning). Dst.
e.       Di samping itu, Westra dkk. (opcit) menambahkan  macam corak dan isi perencanaan dari segi tata jenjang organisasi dan tingkat kedudukan manajer yang dapat dibedakan:
1)      perencanaan haluan (policy planning)
2)      perencanaan program (program planning)
3)      perencanaan langkah (operational planning)
Pembagian ini sama dengan pendapat J.M. Pfiffner dengan sebutan menurut “tingkatan proses”  perencanaan.
f.       Juga Abdulrachman (1973) mengemukakan bahwa macam-macam rencana dapat ditinjau dari sudut umum/khusus, yaitu:
1)      rencana umum (general plan)
2)      rencana khusus (special plan)
3)      rencana semesta (overall plan)
4)      rencana kejalaan (network plan)
g.      Kunarjo (opcit) membagi dua kategori perencanaan dilihat dari arus informasi, yaitu:
1)      perencanaan dari atas ke bawah (top down planning),
2)      perencanaan dari bawah ke atas (botton up planning)
Kemudian dapat ditambahkan dengan perencanaan dari arus horizontal (horizontal planning)
Saragih (opcit) dan Lubis (1985) membagi perencanaan dalam dua bagian, yaitu: 1) perencanaan physic (physical planning) 2) Perencanaan pembiayaan (cost planning). Sedangkan Hanna dalam Salusu (1996) membagi tiga jenis perencanaan, yaitu: 1) perencanaan jangka panjang (long range planning, 2) perencanaan stratejik (gis), dan 3) perencanaan jangka pendek
 2.6  Pembagian Perencanaan
            Dalam setiap organisasi, perencanaan disusun dalam suatu hierarki yang sejalan dengan struktur organisasi. Pada umumnya hierarki perencanaan memiliki dua fungsi, yaitu:
  1. Menetapkan tujuan yang akan dicapai pada hierarki yang lebih rendah,
  2. Sebagai alat untuk mencapai perangkat tujuan pada hierarki yang lebih tinggi berikutnya.
Stoner dan Wankel (1986:189) mengklarifikasikan rencana menjadi dua jenis utama yaitu:
  1. Rencana strategis (strategic plan)
  2. encanaan strategis adalah proses pemilihan tujuan organisasi, penentuan kebijakan dan program yang perlu untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu, serta penetapan metode yang perlu untuk menjamin agar kebijakan dan program strategis itu dilaksanakan. Lebih singkatnya, perencanaan strategis adalah proses perencanaan jangka panjang yang formal untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi.

Akan tetapi meskiun dianggap penting,perencanaan strategis memiliki kelebihan dan kekurangan.


  1. Kelebihan menggunakan rencana strategis yaitu:
  1. Manajer dapat menentukan tujuan sacara jelas dan metode pencapaiannya kepada organisasi.
  2. Membantu manajer mengantisipasi permasalahan sebelum muncul dan memecahkannya sebelum menjadi lebih buruk.
  3. Membantu manajer mengenal peluang yang mengandung resiko dan peluang yang aman dan memilih di antara peluang yang ada.
  4. Mengurangi kemungkinan deviasi dan kejutan yang tidak menyenangkan, karena sasaran, tujuan dan strategi untuk penelitian yang saksama
  5. Manajer dapat memperbesar kemungkinan untuk membuat keputusan yang tahan menghadapi ujian waktu.
  1. Kelemahan menggunakan rencana strategis yaitu:
  1. Bahaya terciptanya birokrasi besar pada perencanaan yang dapat menghilangkan hubungan dengan produk dan perencanaan.
  2. Kadang-kadang perencanaan strategis cenderung membatasi organisasi pada pilihan yang paling rasional dan bebas resiko.
  1. Rencana operasional (operational plan)
Rencana operasional memberikan deskripsi tentang bagaimana rencana strategis dilaksanakan. Rencana operasional terdiri atas rencana sekali pakai dan rencana tetap.
  1. Rencana operasional (single use plan)
Rencana sekali pakai dikembangkan untuk mencapai tujun tertentu dan ditinggalkan manakala tujuan tersebut telah dicapai.Bentuk utama rencana sekali pakaiantara lain:
  1. Program (programs)
Program mencakup serangkaian aktivitas yang relatif luas.Suatu program menjelaskan:
  • Langkah-langkah utama yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan;
  • Unit atau anggota yang bertanggung jawab untuk setiap langkah;
  • Urutan serta pengaturan waktu setiap langkah.
  1. Proyek (project)
Proyek adalah bagian program yang lebih kecil dan mandiri.Selain pryek memiliki cakupan terbatas dan petunjuk yang jelas mengenai tugas dan waktu.
  1. Anggaran(budget)
Anggaran adalah pernyataan tentang sumber daya keuangan (finansial resaurce) yang disediakan untuk kegiatan tertentu dalam waktu tertentu pula.Anggaran merupakan komponen penting dari setiap program dan proyek.
  1. Rencana tetap (standing plan)
Rencana tetap merupakan pendekatan yang sudah dilakukan untuk menangani situasi yang terjadi berulang (repetitive) dan dapat diperkirakan. Bentuk utama rencana tetap,antara lain:
  1. Kebijakan (policy)
Kebijakan adalah suatu pedoman umum dalam pengambilan keputusan, yang berhak membuat kebijakan dalam suatu organisasi adalah menejer puncak (top manager).
  1. Proses standar (stansard procedur)
Inplementasi kebijakan dilakukan melalui garis pedoman lebih detail yang disebut prosedur standar atau metode standar.
  1. Peraturan (rules)
Peraturan adalah pernyataan bahwa suatu tindakan harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan dalam situasi tertentu.
2.7 filsafat manjemen
Secara etimologi filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas philein dan spohia. Philein artinya  cinta dan spohia berarti kebijakan. Filsafat berarti cinta kebijakan. Filsafat juga berarti hasrat, kemauan, atau keinginan yang sungguh- sungguh akan kebenaran sejati.
            Jadi  , pengertian filsafat secara umum sebagai ilmu pengetahuan yang mengkaji hakikat segala sesuatu untuk meperoleh kebenaran. Ilmu pengetahuan tentang hakikat menanyakan apa hakikat/sari/inti/esensial segala sesuatu.
            Moekijat mengemukakan bahwa filsafat adalah suatu sistem pemikiran yang menjelaskan gejala tertentu dan memeberikan serangkaian prinsip untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu (Moekijat 1980 : 318). Singkatnya suatu filsafat adalah suatu cara hidup. Filsafat memiliki:
1.      Tujuan tertentu,
2.      Beberapa nilai yang berhubungan dengan pencapaian tujuan, dan
3.      Keyakinan pada pihak para penganut bahwa nilai dan tujuan akhir bernilai untuk dikejar.
Filsafat adalah petunjuk utama yag menggarisbawahi semua tindakan dari seorang manajer.
Filsafat manajemen adalah bagian terpenting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar  yang luas untuk menetapkan pemecaha masalah manajerial.  Filsafat manajemen memberikan dasar bagi pekerjaan seorang manajer. Filsafat manajemen juga memberikan desain sehingga seorang manajer dapat mulai berpikir .  Filsafat manajemen memberikan pemikiran dan tindakan yang menguntungkan dalam manajemen dan membantu kepada sifatnya yang dinamis dan memberikan  tantangan.
            Dalam filsafat majemen, terkandung dasar pandangan hidup yang mencerminkan keberadaan, identitas, dan implikasinya guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas dalam pekerjaan manajemen. Untuk merealisasikan tujuan, diperlukan beberapa faktor penunjang sehingga merupakan kombinasi terpadu, baik menyangkut individu maupun kepentingan umum.
Menurut Davis dan Filley dalam Ukas ( 1978) terdapat faktor- faktor dasar dalam filsafat manajemen yang diperlukan dan memiliki hubungan saling ketergantungan   satu sama lain dalam mencapai tujuan. Faktor – faktor  dasar tertentu meliputi hal- hal berikut .




1.      Kepentingan umum
Hal ini dimaksudkan bahwa dalam penyelenggaraan suatu organisasi harus terlihat adanya cermina deskripsi berbagai kepentingan, baik kepentingan pemilik, manajer, para bawahan, maupun kepentingan masyarakat lingkungannya.

2.      Tujuan usaha
Tujuan usaha adalah perwujudan aktivitas yang spesifik dari organisasi, baik organisasi yang bertujuan  mencari laba maupun organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. Tujuan usaha pada umumnya dapat dikategorikan dalam tiga bentuk, yaitu tujuan utama, tujuan kedua, tujuan tambahan.

3.      Pimpinan pelaksana
Pimpinan pelaksana adalah individu yang memberikan kepercayaan untuk memimpin suatu usaha dengan menggunakan otoritas yang telah diberikan kepadanya.
4.      Kebijakan
Kebijakan adalah pernyataan atau ketentuan umum yang menuntun atau menyalurkan pemikiran menjadi pengambilan keputusan oleh bawahan, serta memberikan  arah kemana organiasi tersebut akan dikemudikan.

5.      Fungsi
Fungsi adalah aktifitas yang berhubungan denga tujuan yang akan dicapai. Setiap organisasi sebagaimana halnya individu pasti memiliki tujuan yang akan dicapai.

6.      Faktor dasar
Faktor dasar memiliki faktor-faktor produksi asli atau turunan, baik berupa alam, tenaga, modal, serta pendukungnya yang merupakan elemen yang harus ada dalam penyelenggaraan organisasi.
7.      Struktur organisasi
Struktur organisasi  adalah saluran yang menunjukan hubungan kerja antara manajer dan bawahan dalam melaksanakan pekerjaan yang disertai dengan otoritas dan tanggung jawab serta kesanggupan untuk tanggung gugat/ mempertanggung-jawabkan (accountability).

8.      Prosedur
Prosedur adalah tahapan tindakan yang harus ditempuh untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. 

9.      Moral kerja
Moral kerja adalah kondisi mental dari individu atau kelompok yang menentukan sikap bawahan dalam menerima pekerjaan dan pengoperasikannya dengan sebaik-baiknya sesui dengan tujuan akhir .


2.8 teori Manajemen menurut beberapa ahli
1. Menurut Drs. Oey Liang Lee mengartikan manajemen adalah ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari manusia untuk menentukan capaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.
2. Pengertian manajemen menurut James A.F. Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan terhadap sumberdaya organisasi lainnya supaya tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang ditetapkan.
3. Pengertian manajemen menurut R. Terry adalah suatu proses khas terdiri tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengontrolan yang dilakukan dalam menentukan serta mencapai target yang sudah ditetapkan lewat pemanfaatan sumberdaya manusia dan lainnya.
4. Pengertian manajemen menurut Lawrence A. Appley adalah suatu seni untuk mencapai tujuan tertentu lewat usaha yang dilakukan oleh orang lain
5. Pengertian manajemen menurut Horold Koont dan Cyril O’Donnel adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan lewat kegiatan orang lain.
6. Pengertian manajemen menurut stoner adalah suatu proses dalam membuat perencanaan, ppengorganisasian, mengendalikan dan memimpin segala macam usaha daripada anggota organisasi dan menggunakan segala sumber daya organisasi dalam mencapai sasaran.
7. Pengertian manajemen menurut Wilson Bangun adalah suatu rangkaian aktivitas yang dikerjakan oleh para anggota organisasi agar tujuan dapat tercapai dengan rangkaian yang teratur dan tersusun baik.










BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN


                 Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis, bukan hanya pada intuisi dugaan.       Perencanaan merupakan sebuah proses dengan apa para manajer memvisualisasi dan mendeterminasi langkah-langkah masa mendatang yang menuju ke arah realisasi sasaran-sasaran yang diinginkan. Semua kegiatan manajerial didasarkan dengan rencana yang sudah ditetapkan. Rencana menentukan ke mana organisasi dan kegiatan-kegiatannya akan diarahkan. Ini berarti bahwa maksud dari tiap rencana dan semua rencana-rencana turunan adalah membantu pencapaian tujuan organisasi.
Pentingnya perencanaan dalam organisasi dapat dilihat dari keuntungan perencanaan, yaitu meningkatkan fokus dan fleksibilitas, meningkatkan koordinasi, meningkatkan kontrol, serta memperbaiki manajemen waktu. Sedangkan perencanaan sebagai suatu proses dapat dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu, formulasi tujuan, diagnosis lingkungan, rencana strategi, rencana operasional, dan implementasi rencana.
                   Perencanaan yang baik dapat dilakukan apabila dapat diminimasi hambatan-hambatan dalam perencanaan. Hambatan utama untuk perencanaan efektif yang berasal dari hambatan individual ialah memprioritaskan tentang masalah-masalah hari ke hari, kekurangan keterampilan perencanaan, reluktansi menentukan rencana dan tujuan, resistansi personal untuk perubahan.
Suatu perencanaan juga terdapat berbagai hambatan dalam penetapan tujuan. Hambatan tersebut antara lain tujuan yang tidak tepat, sistem penghargaan yang tidak tepat, penolakan terhadap perubahan dan keterbatasan.

3.2 SARAN
Sebaiknya dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam berbagai bentuk organisasi menggunakan proses dasar manajemen berupa perencanaan. Dalam sebuah prencanaan perlu memperhatikan sifat rencana yang baik untuk mencapai hasil yang diinginkan.







DAFTAR PUSTAKA

 siswanto Bedjo Msi 2006 jakarta :PT Bumi Aksara
R. Molz. “How Leaders Use Goals.” Long Range Planning. Oktober 1987. p. 81.

F. Delmar dan S. Shane, “Does Business Planning Facilitate the Development of New Ventures” Strategic Management Journal, December 2003, pp. 1165—1185.
Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. BPFE – Yogyakarta
Stoner, James A.F. 1996. Manajemen (Terjemahan). Penerbit Erlangga – Jakarta
Griffin. 2003. Pengantar Manajemen. Penerbit Erlangga - Jakarta
Hardjosoedarmo, Soewarso, Total Quality Manajemen Edisi Revisi, Yogyakarta: Andi Yogyakarta, 1996

Sallis, Edward, Total Quality Manajement In Education, Jogjakarta: IRCiSoD, 2010

Solihin, Ismail, Pengantar Manajemen, Jakarta: Penerbit Erlangga, 2010